Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2017

Februari 10, 2017

Ojo Ngerasani Gurumu - TIGA TOKOH LIRBOYO

OJO NGERASANI GURUMU SENAJAN GURUMU NDUWE KHILAF..!
DAN PAKSALAH DIRIMU BERSIKAP & BERAKHLAK SEBAIK MUNGKIN PADA GURUMU,  MESKIPUN ITU BERAT..!

Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan seorang murid yang tak menjaga akhlak pada gurunya, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali


A. KH. ABDUL KARIM MENERIMA GURUNYA; MBAH KHOLIL APA ADANYA SERTA TUNDUK PATUH TAK BERANI SUUDZON 
Syaikhina KH. Abdul Karim, Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo. Semasa beliau mengaji kepada Syaikhina Kholil Bangkalan, beliau adalah murid yang sangat ta’dhim dan khidmah kepada gurunya.
Alkisah, suatu hari Mbah Abdul Karim muda bekerja memanen padi di sawah milik warga kampung sekitar Pesantren. Dari sana beliau mendapatkan upah berupa beberapa ikat padi yang bakal digunakannya untuk biaya hidup di Pesantren. Namun, sesampai di kediaman sang guru (Mbah Kholil), justru Mbah Kholil meminta padi muridnya itu untuk diberikan kepada ayam-ayam Mbah Kholil. Karena ini dawuh sang guru, KH. Abdul Karim langsung menyerahkan padinya. Ia didawuhi Mbah Kholil untuk selama mondok cukup memakan daun pace (mengkudu).
Demikianlah kisah mondoknya Mbah Abdul Karim, sehingga akhirnya beliau diijinkan sang guru untuk boyong, karena semua ilmu Mbah Kholil telah diwariskan kepadanya. Sesampai di kampung halaman, Mbah Abdul Karim mulai merintis Majlis Ta’lim, hingga akhirnya berdirilah Pondok Pesantren Lirboyo. Mbah Abdul Karim mengajarkan ilmu yang ia timba dari kedalaman samudera ilmu Mbah Kholil.


B. PASRAH BONGKOKAN PADA AJARANNYA GURU 
Satu hal yang unik, setiap membacakan (mengajar) kitab di depan para santri, ketika beliau bertemu dengan ruju’ (tempat kembalinya maksud dari sebuah kata), beliau tidak pernah menyebutkan ruju’nya secara gamblang. Beliau menyebutkan dengan ‘iku mau’, atau ‘mengkono mau’ (yang tadi atau “sebagaimana tadi”). Tentu ini membingungkan bagi para santri baru. Hingga pernah suatu ketika pada saat pengajian bulan Ramadhan, atau dikenal dengan istilah ‘posonan’, seorang santri dari luar daerah mengikuti pengajian Mbah Abdul Karim. Karena setiap mengajar kitab, Mbah Abdul Karim jarang menjelaskan ruju’annya, santri baru ini ‘nggerundel’; “Ini bagaimana, katanya seorang kyai ‘alim, kok setiap ada ruju’an tidak pernah dijelaskan?”, gumamnya dalam hati.
Dengan izin Allah, Mbah Abdul Karim ‘perso’ (mengetahui) perihal keluhan sang santri ini. Di tengah suasana mengaji, Mbah Abdul Karim dhawuh; “Laa ya’rifu al dhomir illa al dhomir, fa man lam ya’rif al dhomir fa laisa lahu al dhomir” (tidak akan pernah mengetahui makna dhomir kecuali hati (dhomir), maka apabila seseorang tidak mengetahui dhomir, itu artinya dia tidak punya hati). Lalu beliau menjelaskan kepada para santri, bahwa demikianlah (dengan tidak menjelaskan ruju’nya dhomir) pengajian yang diajarkan oleh gurunya, Mbah Kholil. Sehingga ketika mengajar kepada santrinya, Mbah Abdul Karim tidak berani mengubah apa yang diajarkan sang guru kepadanya.


C. OPENONO AKHLAKMU MARANG GURUMU 
Kesuksesan murid (peserta didik) dalam memperoleh ilmu yang bermanfaat, tidak hanya ditentukan oleh lembaga pendidikan, metode mengajar guru, atau sarana prasarana fisik dalam belajar, tapi yang paling dominan justru ditentukan oleh akhlak murid (peserta didik) kpd guru (pendidik).
Al Imam an Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, " Ya Allah, tutuplah dariku dari kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku ". (Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)
Al Imam an Nawawi juga pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :

عقوق الوالدين تمحوه التوبة وعقوق الاستاذين لا يمحوه شيء البتة

" Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ".

Al Habib Abdullah al Haddad mengatakan:
"Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan seorang murid yang tak menjaga akhlak pada gurunya, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali ". (Adaab Suluk al Murid : 54)

OJO NGERASANI GURUMU SENAJAN GURUMU NDUWE KHILAF. 
dan PAKSALAH DIRIMU BERSIKAP & BERAKHLAK SEBAIK MUNGKIN PADA GURUMU, MESKIPUN ITU BERAT. 


Ojo Ngerasani Gurumu


D. OJO KAKEHAN TAKON,  LAN OJO GAMPANG NJALUK IJAZAHAN ATAUPUN AMALAN
Al Habib Abdullah al Haddad juga berkata, " Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, " perintahkan aku ini, berikan aku ini !", karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya ". (Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177)
Dikisahkan, bahwa seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khudhir. Maka nabi Khidhir berkata, " Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, " ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir ".
Nabi Khidhir, " kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?".
Murid itu menjawab, " Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu ". (Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)
Para ulama ahli hikmah mengatakan, " Barangsiapa yang mengatakan " kenapa ?" Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya ". (Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)
Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب، على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك يكون لك ذالك المقدار عند الله من غير شك

" Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu ".(al Manhaj as Sawiy : 217)
Para ulama ahli haqiqat mengatakan,"mayoritas ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan baik antara murid dengan gurunya".


E. GURU IKU TERMASUK WONG TUWO ING DUNYO LAN AKHIROT, MERGO GURUMU NAFAQOHI RUH-MU DENGAN ILMU AGAMA.
Di dunia kita harus tunduk dan patuh, dan di akhiratpun status mereka tetap sebagai guru kita yang akan menuntun kita pada guru-guru seatasnya hingga Nabiyyullah Muhammad saw. untuk mendapati pengakuan sebagai ummatnya hingga bisa memperoleh syafaatnya.


F. DI ALAM KUBURPUN KITA BISA REUNI BERTEMU GURU KITA 
Hal ini sangat jelas diterangkan dalam beberapa kitab ulama' bahwa :
Dalam kitab Musnad Imam Ahmad ada hadits shohih yang bersumber dari Anas bin Malik rodhiyallahu anhu:

إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم من الأموات، فإن كان خيراً استبشروا به، وإن كان غير ذلك قالوا: اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا

“Sesungguhnya amal perbuatan kalian (yang masih hidup didunia ini) di tampilkan kepada kerabat kerabat dan keluarga kalian yang telah mati. Jika amal perbuatan kalian itu BAGUS, maka mereka turut senang dan bahagia, dan jika BURUK, mereka berkata/berdoa:”Ya Allah ya Tuhanku, jangan Engkau cabut nyawa mereka sehingga Engkau memberikan Hidayah kepada mereka seperti halnya kepada kami”.

Beberapa kalangan ulama' ekstrim yang diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah pernah di tanya tentang yang hidup menziarahi yang mati (ziarah kubur) itu apakah yang mati (didalam kubur) mengetahuinya? Dan apakah yang mati mengetahui jika ada kerabatnya atau yang lain ada yang mati?

Beliau menjawab:

الحمد لله، نعم قد جاءت الآثار بتلاقيهم وتساؤلهم وعرض أعمال الأحياء على الأموات، كما روى ابن المبارك عن أبي أيوب الأنصاري قال: إذا قبضت نفس المؤمن تلقاها الرحمة من عباد الله، كما يتلقون البشير في الدنيا، فيقبلون عليه ويسألونه فيقول بعضهم لبعض: أنظروا أخاكم يستريح، فإنه كان في كرب شديد، قال: فيقبلون عليه ويسألونه: ما فعل فلان وما فعلت فلانة، هل تزوجت

Segala Puji bagi Allah, ya benar.
Telah ada sebuah Atsar yang menjelaskan tentang perjumpaan mereka dan percakapan mereka (yang baru mati dgn kerabatnya yang sudah lama mati) dan juga ditampilkan amal perbuatan yang hidup kepada yang telah mati seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Mubarok dari Abu Ayub Al Al Anshori. Beliau menuturkan:
Jika seorang mukmin meninggal dunia, maka mereka hamba hamba Allah yang beriman mendapati rahmat Allah, yaitu mereka saling bertemu satu sama lain (di alam ruh). seperti halnya manusia di dunia.
Mereka saling menyambut dan bertanya satu sama lain.
Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain:”Lihatlah saudara kalian itu… dia sekarang bisa beristirahat dari kesedihan yang sangat dari kebisingan dunia.
Mereka (yang lama mati) menyambutnya (yang baru mati) dan mereka bertanya (kepada yang baru mati): mereka bercakap-cakap dengan obrolan “apa yang dikerjakan si A sekarang didunia?
mereka babercakap-cakap dengan kalimat “bagaimana kabar si wanita itu? apakah dia sudah menikah? Wa ghoiru dzalik...
.
Maka, jagalah aklhakmu pada guru, sebab kau akan tetap bertemu gurumu baik di Dunia, di alam kubur, dan juga di akhirat hingga bisa berkumpul bersama-sama di surga.
.
Wallahu a'lam bish showab
Semoga menambah wawasan kita, dan kita bisa mengamalkanya...
Amiin...


Sumber : https://www.facebook.com/802313609891359/posts/ojo-ngerasani-gurumu-senajan-gurumu-nduwe-khilaf-dan-paksalah-dirimu-bersikap-be/1219874881468561/

Senin, 26 Desember 2016

Desember 26, 2016

Quotes


فعَلَيْكَ اَنْ تُعَوِّدَ نَفْسَكَ عَلَى عَمَلِ الْخَيْرِ لِاَنَّهُ خَيْرٌ, لَا تُرِيدُ بِفِعْلِكَ عِوَضاً وَلَا يَحْمِلُكَ عَلَى فِعْلِهِ خَوْفٌ فَمَتَى فَعَلْتَ لِطَلَبِ الْمُكَافَأَةِ لمَ يَكُنْ عَمَلُكَ خَيراً.
Biasakan dirimu melakukan sesuatu yang baik semata-mata karena ia baik, bukan karena berhasrat imbalan dan tidak pula karena rasa takut. Manakala engkau melakukannya karena berhasrat imbalan, maka pekerjaanmu itu bukanlah kebaikan
(KH. Husain Muhammad – Arjawinangun Cirebon)

Kamis, 15 Desember 2016

Desember 15, 2016

Tangga Galau - Istilah Anak Muda

 


Entah mengapa fenomena ini cepat menyebar dan menjadi trending anak anak muda yang hadir di Islamic Center Masjid Dr. H. Moeldoko untuk ber Selfie ria disekitar masjid. Tentunya menjadi bahasa gaul yang tercipta dengan sendirinya, dan Tangga Galau adalah salah satunya.
J

Selasa, 29 November 2016

November 29, 2016

Amalan Yang Utama di Akhir Zaman



Dari KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) :

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Arab-Latin : Wa mā kānallāhu liyu'ażżibahum wa anta fīhim, wa mā kānallāhu mu'ażżibahum wa hum yastagfirụn

Terjemah Arti : Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selagi engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka dan Allah pun tidak akan mengazab mereka selagi mereka beristighfar (memohon ampun).

Bacalah shalawat Nabi (dengan niat memohonkan rahmat untuk Kanjeng Nabi Muhammad SAW) dan istighfar (memohon ampun dari Allah) sebanyak-banyaknya.

Syukur apabila pagi dan sore Anda juga membaca "Sayyidul Istighfãr" (Pemimpinnya Istighfãr) :
اللهم انت ربي لا اله الا انت خلقتني وانا عبدك وانا على عهدك ووعدك مااستطعت أبوء لك بنعمتك علي وأبوء بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب الا انت
Arab-Latin : Allahumma Anta Rabbii laa ilaaha illa Anta, khalaqtanii wa anaa 'abduKa wa anaa 'alaa 'ahdiKa wawa'diKa mãstatha'tu, abuu-u laKa bini'matiKa wa abuu-u bidzanbii, faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa Anta.

Mari kita amalkan Istighfar dan Sholawat yang merupakan amalan paling utama di akhir zaman, di zaman penuh fitnah.

Allahumma Sholli'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim

Sumber : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1830802030471544/

Senin, 28 November 2016

November 28, 2016

Islamic Center Masjid Dr. H. Moeldoko



Menjabat sebagai paglima tertinggi di TNI tidak membuat Dr. H. Moeldoko menjadi sombong. Disaat kesuksesan menghampiri, sang Panglima yang kini menjabat sebagai staff kepresidenan telah membangun sebuah Masjid yang megah di daerah Pesing perbatasan antara Kediri-Jombang.

Alasan kuat beliau membangun masjid disana, memiliki sejarah tersendiri karena beliau banyak menghabiskan waktu sekolahnya disana.

Moeldoko tidak melupakan kampung kelahirannya tersebut. Masjid tersebut sangat mewah berornamen Turki karena terinspirasi saat beliau mengunjungi Masjid Biru di Turki ketika melakukan perjalanan spritualnya dan mulai dibangun sejak tanggal 5 oktober 2014.
Masjid yang diperkirakan menelan biaya milyaran rupiah ini dibangun diatas tanah seluas 30 kali 30 meter persegi di desa Kayen kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Masjid berlantai tiga ini juga memiliki lingkar lima di atas menara. Bahkan masjid yang memiliki dua tiang menjulang ini juga memiliki 30 trap tangga utama sebagai simbol isi Al-Quran yang berjumlah 30 juz. Moeldoko mengaku mendedikasikan masjid ini untuk negara dan rakyat Indonesia sebagai ucapan terima kasih atas jabatan yang disandangnya sebagai Panglima TNI.

"Begitu saya dikasih rezeki, saya mikir, apa yang saya lakukan. Saat masih remaja, saya hidup dalam kesusahan. Bahkan, untuk naik bus saja kadang tak punya ongkos,'' ungkap Moeldoko (kumparan.com) . Begitu pedulinya seorang Moeldoko terhadap kampung halamannya tempat dia meniti karir saat masih sekolah.

Di masjid ini tidak hanya sekedar masjid biasa, di komplek tersebut juga terdapat gedung Islamic Centre, serta pusat oleh-oleh. Karena masjid mewah itu memang diproyeksikan sebagai tempat wisata religi. Bukan hanya itu, di komplek tersebut juga terdapat sekolah TK dan TPQ berukuran 824 meter persegi, serta panti asuhan (Pondok Pesantren).

Yang menarik  disini adalah dibangunnya panti asuhan anak yatim yang akan dikelola sendiri oleh Moeldoko hingga mereka sekolah sampai ke tingkat perguruan tinggi. Sangat mulia sekali cita-cita seorang Moeldoko, selain dekat kepada anak-anak beliau juga sangat santun dan sayang kepada orang tuanya, masjid ini juga didedikasikan untuk orang tua terkasihnya serta masyarakat yang berada dikampung halamannya.

Tertanggal 01 Juni 2017 mesjid yang diberi nama Masjid Dr. H. Moeldoko sudah berdiri indah dan bisa dinikmati masyarakat. Pembangunan masjid sendiri murni dari uang pribadi Moeldoko sendiri dan bukan dari institusi TNI. 

Kata-kata motivasi dari Dr. H. Moeldoko akan selalu diingat oleh masyarakat adalah "meskipun dari kampung yang kecil, tapi anak kampung harus bisa menjadi orang besar contohnya menjadi panglima TNI," katanya saat peletakan batu pertama. Semoga selalu bisa menjadi inspirasi untuk kita semua agar tidak pernah menyerah dan selalu berusaha menjadi sukses seperti Dr. H. Moeldoko.

Sumber : https://www.kompasiana.com/debbyanggrainic/5ae2eafff1334472d629ffc2/napak-tilas-masjid-moeldoko-di-jombang

About

Tags